Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, November 13, 2019

Membangun "Civil Society"

Membangun Civil Society - Seakan menjadi sebuah mimpi ketika kita memiliki sebuah gagasan tentang bagaimana membangun sebuah "Civil Society" atau dalam bahasa kita yakni membangun masyarakat madani.

Masyarakat Madani diartikan secara lugas memiliki makna bahwa suatu masyarakat, golongan, ataupun kelompok dalam jumlah besar yang ber"adab" dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya.

Dapat dijabarkan lebih luas lagi bahwa Masyarakat Madani merupakan sistem sosial yang berjalan berdasarkan nilai - nilai kesadaran dari para pelaku sosial untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan tujuan masing-masing sehingga terhindar dari konflik-konflik sosial.

Proses Penyadaran Fungsi Sosial Oleh Lembaga Sosial

Unsur - unsur dalam Civil Society yang penting di hadirkan diantaranya :

- Tersedianya Nilai - Nilai Demokrasi
Demokrasi menjadi penting dalam Masyarakat Madani, karena ini ciri utama pembeda dengan pola militeristik.

- Area Publik Yang Memadai
Area publik merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan dalam keberlangsungan masyarakat madani.

- Rasa Dan Penerapan Keadilan Sosial
Penegasan bahwa hak dan kewajiban antara pelaku sosial harus terpenuhi secara proporsional. Sehingga tidak terjadi bahkan hilangnya monopoli oleh sebagian kelompok atau masyarakat atas hak orang lain.

- Timbulnya Toleransi dan Kemajemukan
Hubungan sebab akibat antara kemajemukan dan toleransi merupakan hal yang harus ada dalam Civil Society. Tanpa Kemajemukan maka tidak akan ada inisiatif untuk bertoleransi, serta tanpa toleransi kemajemukan akan hancur tak bersisa.

Civil Society Dibangun Melalui Sebuah Proses

Unsur-unsur diatas, perlu mengalami sebuah aksi dan reaksi. Hal tersebut tentunya membutuhkan sebuah proses, dimana proses tersebut menjadikan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan memiliki peran aktif. Peran tersebut meliputi peran pengontrol sekaligus pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan pemimpin dalam usahanya membentuk masyarakat madani.

Ketika proses tersebut berjalan dengan baik, maka pembentukan Civil Society yang diharapkan dapat terwujud dengan baik. Namun sayangnya, dalam pelaksanaannya hal tersebut belum dapat terlaksana. Beberapa hal yang menghambat proses pembentukan Civil Society diantaranya :
- Tingkat kesadaran masyarakat akan kedudukan sosialnya masih rendah.
- Kelembagaan Sosial masih belum menjalankan fungsinya dengan baik.
- Pilar penegak masyarakat madani masih belum memahami tugas dan fungsinya sebagai pengontrol.

Pada akhirnya dibutuhkan waktu panjang terwujudnya Civil Society yang diharapkan.

Friday, October 25, 2019

Universitas Di Bondowoso

Universitas Di Bondowoso - Kabupaten Bondowoso memiliki status baru yakni kabupaten yang lepas dari status tertinggal.

Perubahan ini tidak lepas dari adanya peran pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan yang turut serta memberikan perubahan dan warna di kabupaten Bondowoso.

Bondowoso University

Menjadi lembaga pendidikan tertinggi, universitas memiliki peranan yang sangat penting mencangkup beberapa aspek. Adapun aspek yang sangat dipengaruhi oleh keberadaan universitas di sebuah daerah diantaranya ; aspek ekonomi, sosial, dan budaya.

Keberadaan satu atau beberapa universitas di sebuah wilayah sangat berdampak langsung terhadap wilayah tersebut. Sebut saja dampak sosial dari keberadaan universitas diantaranya ; terbentuknya komunitas-komunitas baru yang terdidik, perubahan pola kemasyarakatan, serta meningkatnya derajat sosial sebagian golongan di wilayah dekat lembaga tersebut. 

Bondowoso saat ini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa universitas baru di kota Tape ini. Beberapa universitas tersebut adalah :

1. Universitas Bondowoso

Universitas Bondowoso merupakan sekolah tinggi pendidikan pertama yang hadir di pertengahan tahun '80an. Universitas yang berstatus swasta ini didirikan bersama-sama oleh pemerintah daerah dan Yayasan Gotong Royong. Hingga saat ini, lembaga yang berada di jalan Diponegoro ini masih eksis mendidik calon-calon sarjana dan berlanjut ke jenjang diatasnya.

2. STAI AT - TAQWA

Sekolah Tinggi yang berbasis agama ini merupakan sekolah tinggi yang hadir pertama kali. Dirintis untuk memenuhi kebutuhan guru-guru keagamaan yang pada masanya masih kekurangan sumberdaya yang memadai. Awal berdiri, bertempat dilingkungan Masjid At -Taqwa Bondowoso, dan saat ini sudah mempunyai gedung sendiri yang beralamatkan di Hos Cokroaminoto Kademangan.

3. Politeknik Negeri Jember (Kampus II)

Berada di kelurahan Blindungan kabupaten Bondowoso, Kampus II Politeknik Negeri Jember atau yang lebih akrab disebut POLIJE ini memulai debutnya di bulan September 2017. Lembaga pendidikan setara Universitas ini melahirkan calon-calon ahli di bidang teknologi informatika, teknik industri pangan, dan manajemen agribisnis.

4. Universitas Negeri Jember (Kampus II)

Kampus II Universitas Negeri Jember ini boleh disebut-sebut sebagai kampus termewah di Bondowoso, pasalnya kampus ini menempati areal EDC (Education Development Center) yang memiliki luas hampir 10 Hektar. Membawa 8 program studi unggulan yang diharapkan menjadi pilot projek perubahan pendidikan di kabupaten Bondowoso.

5. Akbid Dharma Praja

Boleh dibilang Akbid Dharma Praja merupakan satu-satunya perguruan tinggi setara universitas yang konsen di bidang kesehatan. Beberapa universitas lainnya juga menyediakan program studi sejenis. Berlokasi di jalan MT. Haryono Badean Bondowoso. Akbid ini sudah banyak melahirkan ahli-ahli dibidang kesehatan diantaranya tenaga Bidan dan Perawat.

Nah bagi kamu baru lulus SMA sederajat, atau akan menyudahi masa-masa putih abu-abu, perguruan tinggi mana yang menjadi pilihanmu ???

Monday, May 20, 2019

Poverty Reduction Program Through P2K2 In Indonesia


Sang Bujana - The Ministry of Social Affairs Family Hope Program (PKH) of the Republic of Indonesia has a strategic program nationally.

The program takes a big theme, Familiy Development Session (FDS). The activity to improve the quality of poor families is done through family capacity building meetings ( P2K2 ).


This meeting has the aim that the poor who have received assistance from the government can open access to improve soft skills. The meeting that must be held every month has an agenda that has been standardized in such a way. The executors of this routine activity are social assistants formed in each sub-district.

This meeting activity provides education to poor parents how to educate children, manage family finances, look after elderly people and people with disabilities.

The government through the Ministry of Social Affairs sees that the need for access to education for the poor is very limited. This can be seen from the lack of education and the limited income of the poor so that there is a need for assistance to the community. In addition to assistance in the form of social assistance in the form of money, other assistance in the form of applicative education and can be practiced directly is very necessary.

The poor who have limited income do not have the budget to increase the knowledge they really need. These groups of people spend more time looking for additional income in the hope that their economic conditions will increase. They are not aware that, increasing economic conditions are strongly influenced by their increased knowledge. Therefore the Hope Family Program is here to assist them in opening access and minimizing their difficulties in getting proper education.

At this family capacity building meeting, poor families can learn how to improve their economic conditions, learn how to overcome and control emotions, improve morale in facing unexpected situations, and change thinking patterns for the better. The government's hope for these poor families benefiting from social assistance, these poor families can be independent and empowered after they get education in family development sessions. So in the end, Indonesian society is free from the trap of poverty.

Thursday, May 9, 2019

Memahami Karakter Anak, Kunci Sukses Orang Tua


Sang Bujana - Perkembangan zaman di era milenial sudah semakin maju. Begitu pula pola fikir orang tua yang telah bergeser menuju arah pola pendidikan mandiri. Pergeseran ini di awali dengan pergeseran pola pendidikan yang lebih mengutamakan pendidikan awal yakni orang tua.

Sebagai bekal awal bagi orang tua yang ingin sukses mendidik anak adalah memahami karakter anak. Karakter atau watak merupakan sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, prilaku, budi pekerti, dan tabiat seseorang. (Sumber : wikipedia)
Memahami Karakter Sang Anak
Karakter memiliki peranan penting dalam menentukan bakat dan minat seseorang dalam menentukan kesuksesan. Banyak penelitian, workshop, serta pelatihan - pelatihan yang menjadikan karakter sebagai objek pembahasan.

Namun, tidak banyak orang yang mau mempelajari karena dirasa sulit ataupun tidak ada waktu khusus untuk menjadi seorang yang mampu membaca karakter.

Sebenarnya tidaklah sulit untuk memahami karakter seseorang, terlebih orang-orang terdekat yang kita cintai. Yuks simak beberapa tips memahami karakter :

1. Karakter Anak Tidak Jauh Berbeda Dengan Orang Tua

Cara paling sederhana adalah menelaah karakter masing - masing ayah dan ibu. Karakter kedua orang tua ini diturunkan melalui gen-gen sang anak. Tentunya masing-masing orang tua memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga anak-anak diwarnai dengan nilai plus dan minus dari masing-masing.

Tidak menutup kemungkinan, anak membawa gen karakter yang sangat jauh dari kedua orang tuanya dan jumlahnya ini sangat sedikit.

2. Memahami Karakter Berdasarkan Hari Kelahiran Anak

Hari kelahiran merupakan salah satu alat bagi orang tua untuk mempermudah membaca karakter anak. Di zaman yang serba internet ini, orang tua dapat mencari penjelasan bagaimana karakter anak berdasarkan hari dan tanggal lahir menggunakan situs - situs pembaca karakter secara gratis. Hal ini sangat mempermudah membantu para orang tua yang jauh dalam mendapatkan akses tenaga Psikiater. Untuk lebih meyakinkan, orang tua dapat mengambil benang merah dari beberapa situs pembaca karakter terpercaya sebagai titik temu yang kuat antara satu dan lainnya.

3. Mendengarkan Pendapat Orang Lain Tentang Karakter Anak Kita

Tidak salah kiranya, sebagai orang tua menjadi pendengar yang baik. Bukan hanya dituntut sebagai pendengar yang baik, orang tua juga di haruskan mengolah kembali setiap pendapat pendapat yang masuk sebagai bentuk perhatian yang di berikan oleh lingkungan.

Mengolah setiap pendapat yang masuk merupakan bentuk perlindungan awal kepada anak, karena tidak semua pemberi informasi memberikan informasi yang tepat.

Sebagai orang tua yang cerdas hendaknya, tidak menolak setiap informasi yang masuk, namun menjadikan refrensi tambahan agar pengolahan informasi berjalan dengan baik dan mendekati sempurna.

4. Melakukan Tes Sederhana Kepada Anak

Hasil dari proses pengumpulan informasi, mengolah, dan menyimpulkan tentang karakter anak hendaknya dilakukan tindak lanjut yang sederhana.

Tindak lanjut ini berupa tes ringan yang bisa dilakukan orang tua kepada anaknya. Semisal, orang tua mendapati kesimpulan bahwa anak saya yang pertama ini karakter nya pekerja keras dan tidak menyerah, dapat diberikan model tes sederhana dengan menyesuaikan umurnya.

Contoh : 
Anak berusia 5 tahun, diberikan tanggung jawab untuk menyapu rumah ketika ibunya mencuci dan memasak di dapur di pagi hari.

Tes sederhana ini, tentunya dapat dimulai dengan ajakan untuk bersama-sama menyapu rumah di hari-hari sebelumnya dengan maksud memberikan ilustrasi (contoh) menyapu rumah yang baik.

Semakin orang tua peduli kepada karakter anak, semakin mudah untuk mendidik serta mengarahkan anak tanpa harus memaksa ataupun melakukan kekerasan baik verbal non verbal kepada anak ketika anak menolak perintah yang di berikan orang tua.

Thursday, May 2, 2019

Apakah Anda Merasa Anak Anda Bodoh ? (part 3)


Sang Bujana - Disamping beberapa hal tersebut kita juga harus memahami beberapa hal lain, diantaranya :

1. Orang tua tidak boleh menjadikan nilai sekolah sebagai standar keberhasilan anak,
2. Budaya sekolah di Indonesia, masih belum mendukung anak untuk mengetahui bakat dan kemampuan personalnya, 
3. Budaya sekolah di Indonesia, masih menerapkan sistem penilaian sama rata dan seimbang tanpa melihat kemampuan kognitif masing - masing anak didiknya,
4. Perbanyaklah orang tua untuk saling sharing terkait kondisi anak masing - masing dengan komunitas yang memiliki bakat dan minat yang sama,
5. Perlakuan bullying terhadap anak, lebih banyak dilakukan oleh orang terdekat terutama orang tua yang tidak memahami bakat dan minat personal anaknya,
6. Tindakan kekerasan berupa makian atau fisik menyebabkan anak menjadi penakut, stres, trauma, hingga pada meluapkan kekesalannya yang didefinisikan sebagai kenakalan remaja,
7. Jadilah sahabat terdekat anak, dan berusahalah menghilangkan karakter negatif saat bersama dengan anak dalam kondisi apapun.

Sebagai orang tua, merasa diri kita adalah dewa yang maha benar merupakan ekses negatif psikologis (penyakit mental), bisa disebabkan oleh sedimentasi perlakuan negatif yang diterima saat masih kecil.

Pada akhirnya, ketika orang tua telah memahami bagaimana cara mendidik anak yang benar, tidak ada lagi istilah anak saya bodoh.

Apakah Anda Merasa Anak Anda Bodoh ? (part 2)


Sang Bujana - Sebelum orang tua memberikan respon, ada baiknya kita mempelajari sebab-sebab serta melakukan identifikasi permasalahan yang terjadi pada anak kita.

Adapun beberapa rujukan yang dapat kita jadikan referensi sebagai pokok identifikasi terhadap anak yang dianggap bodoh tersebut diantaranya :

1. Pahami Karakter Anak
2. Kenali Lebih Jauh Sifat - sifat masing - masing anak
3. Lakukan analisa sederhana tentang bakat anak kita,
4. Asah bakat dan kemampuan masing - masing anak,
5. Pilihkan lingkungan yang tepat dan mendukung bagi bakat anak,
6. Jadilah sahabat anak yang selalu ingin mengerti permasalahan anak,

Disamping beberapa hal tersebut kita juga harus memahami beberapa hal lain, diantaranya :

Apakah Anda Merasa Anak Anda Bodoh ?


Sang Bujana - Sering kali kita menyaksikan bahwa orang tua ketika melihat anaknya mendapatkan nilai jelek, atau malas untuk belajar ke sekolah seketika itu respon orang tua berupa marah. 

Mewarnai merupakan salah satu cara mengasah bakat anak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu benar-benar terjadi disekitar kita. Respon kemarahan orang tua terkadang berlebihan sehingga terucaplah kata-kata kasar terhadap anak, bahkan tidak jarang kita mendapati umpatan - umpatan yang tak seharusnya di sampaikan (ex: dasar anak bodoh, jancuk koen le, kamu pemalas dsb).

Apakah benar yang kita umpatkan kepada anak kita demikian ? Lantas, apakah sudah selayaknya anak menerima umpatan-umpatan negatif disaat tumbuh kembang mereka sedang berproses?

Baca Selanjutnya....

Tuesday, December 18, 2018

Mindset Ibu Merubah Dunia


Sang Bujana - Kita mengenal seorang ibu merupakan pendidik pertama bagi anak-anaknya. Sosok seorang ibu dikenal sebagai seorang yang hadir dengan rasa penuh kasih sayang. Rasa kasih sayang ini berbeda dengan apa yang didapatkan rasa kasih sayang dari orang lain ataupun dari ayah anak-anak tersebut. 

Seorang ibu memiliki kedekatan emosional dengan anak-anaknya. Dikatakan bahwa seorang ibu yang baik adalah ibu yang mampu memberikan seluruh kasih sayangnya kepada anak-anak tanpa ada rasa pamrih sedikitpun. Menurut penelitian di beberapa Universitas ternama di Inggris, anak yang terlahir tanpa ada kasih sayang seorang ibu mereka akan tumbuh berkembang secara tidak maksimal. Ketidak hadiran seorang ibu memberikan dampak yang kurang baik terhadap tumbuh kembang anak. Di samping kasih sayang, pemahaman dan pengetahuan seorang ibu membawa efek luar biasa terhadap tumbuh kembang anak.

Pentingnya mengajak anak untuk berinteraksi sosial

Seorang ibu dihadapkan oleh berbagai macam tantangan dalam mendidik anak sebagai bagian dari keluarga. Seorang ibu dapat memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya dengan hiruk pikuk kesibukan untuk mengurus keluarga dan memenuhi kewajibannya ketika ia bekerja. Anak akan lebih cenderung meniru perilaku seorang ibu karena secara emosional anak lebih dekat terhadap ibu. Waktu yang didapatkan anak dari seorang ibu lebih banyak daripada waktu yang ia habiskan bersama ayah walaupun peran serta ayah wajib ada dalam pengasuhan anak. 

Menurut beberapa survei yang dilakukan terhadap beberapa ibu rumah tangga, mendidik anak di dalam keluarga bukanlah hal yang mudah bagi seorang ibu. Faktor pendidikan seorang ibu secara personal sangat mempengaruhi tingkat pendidikan pada anak. Semakin baik tingkat pendidikan atau pemahaman seorang ibu maka semakin baik pula tumbuh kembang seorang anak ketika ia menjalani proses pendewasaan diri. 

Selain tingkat pendidikan dan pemahaman seorang ibu, faktor yang juga dominan terhadap tumbuh kembang anak adalah kemampuan seorang ibu untuk mengendalikan emosi, pikiran, dan tingkah laku di depan anak ketika bersama anak. Seorang ibu yang menunjukkan sikap kasih sayang kepada anaknya melalui sikap-sikap seperti sabar, tidak mudah emosi, mampu menahan diri ketika ada masalah di depan anak, dan berusaha menyelesaikan setiap permasalahan tidak di depan anak-anak mereka. Seringkali anak-anak yang di didik oleh ibu tersebut akan menghasilkan anak-anak yang penyabar, pandai, dan mampu mengendalikan emosi dikala ia sedang menghadapi masalah. Namun sebaliknya ketika ibu yang mendidik anaknya tidak dapat mengendalikan amarah emosi dan selalu meluapkan setiap amarah tersebut di depan anak dengan cacian, perbuatan yang kurang baik maka anak melihat perbuatan tersebut dan secara tidak sadar anakan merekam apa yang ia lihat dan dia dengarkan. Pada akhirnya akan tercipta seorang karakter anak yang pemarah, mudah emosi, serta meluapkan emosinya di mana saja tanpa melihat waktu ataupun tempat. Beberapa kasus didapati bahwa seorang anak mudah putus asa, mengalami trauma yang berkelanjutan, serta tidak berprestasi di saat dewasa.

Pada masa tumbuh kembang anak, otak anak merekam apa yang ia lihat dan ia rasakan. Ketika otak anak sudah merekam apa yang ia lihat dan ia rasakan, maka respon yang timbul kemudian adalah perbuatan buruk yang ia lihat itu merupakan perbuatan yang wajar untuk dilakukan. 

Beberapa kasus yang viral belakangan ini adalah perilaku anak yang banyak melakukan penentangan terhadap orang tua, anak melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan seperti memukul orang tua, berani terhadap guru, bahkan ada beberapa kasus diantaranya adalah anak sampai membunuh orang tua kandungnya sendiri.

Hal ini tidak serta merta kita menyalahkan anak, tentunya kita harus kembali ke belakang melihat model  pendidikan yang telah diberikan orang tuanya ketika anak itu dalam masa-masa tumbuh kembang. Bagaimana orang tua memberikan pendidikan moral, karakter, serta pendidikan agama, yang pada akhirnya akan menjadi bekal anak itu tumbuh dewasa.

Tidak jarang kita saksikan saat ini bahwa anak terbiasa ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Orang tua sibuk bekerja tanpa memperhatikan kondisi anak yang butuh perhatian dan kasih sayang pada masa tumbuh kembang. Tak jarang pula kita melihat orang tua terutama ibu pada saat mengasuh anak di masa-masa emas anak terlalu mudah untuk putus asa. Orang tua tidak berusaha memberikan pendidikan dan asupan gizi yang terbaik bagi anaknya Karena ia merasa apa yang ia lakukan sudah lebih dari cukup. Ibu-ibu zaman sekarang lebih tertarik untuk melakukan kegiatan kegiatan di luar yang sifatnya kurang produktif.

Banyak kita saksikan belakangan ini ibu-ibu lebih sering eksis di media sosial, hal ini tentunya akan menciptakan rekaman dalam otak anak bahwa ketika ia dewasa dia harus lebih eksis di media sosial tanpa memikirkan bagaimana dia harus bersikap terhadap lingkungan di sekitarnya. Mayoritas ibu-ibu yang sudah sibuk dengan kegiatan media sosialnya ia lebih sering apatis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Mana yang seharusnya lebih banyak berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya akhirnya turun menjadi anak yang apatis. Anak tersebut akan lebih pendiam suka tinggal di rumah tidak perduli dengan keadaan lingkungan sekitar Bahkan tak jarang Anak itu tidak ingin mengenal apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. 

Hal tersebut bagi seorang anak sangatlah berbahaya, karena akan tercipta generasi yang lebih apatis, egois dan anti sosial. Dari itu sudah saatnya bagi para ibu-ibu untuk merubah pola fikir dan sikap serta perilaku keseharian di depan anak agar lebih memperhatikan anak. Jangan sampai terjadi munculnya generasi apatis karena orang tua tidak memberikan pendidikan sosial untuk mengenal lingkungan di sekitarnya. Bagaimanapun juga Manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya ataupun dengan manusia lainnya.

Monday, December 17, 2018

Uniknya Cara Komunikasi Di Masyarakat


Sang Bujana - Komunikasi adalah salah satu cara individu, kelompok ataupun masyarakat dalam menyampaikan ide atau gagasan dari satu pihak kepada pihak lain.

Komunikasi sangat penting dilakukan, karena Hal ini bertujuan agar terjadi persamaan atau kesamaan harapan maupun tujuan. Indikasi dapat dilakukan secara verbal maupun secara lisan.

Komunikasi diperlukan ketika seseorang ingin menyampaikan sebuah gagasan yang memiliki tujuan tertentu sehingga dapat dimengerti dan diterima oleh orang lain yang tidak memiliki gagasan serupa.
Komunikasi secara lisan

Masyarakat Indonesia yang memiliki begitu banyak suku bangsa serta budaya, juga tentunya memiliki cara komunikasi yang sangat berbeda-beda.  Di beberapa tempat di wilayah Indonesia cara komunikasi yang digunakan mayoritas masyarakat adalah komunikasi melalui lisan. Tentunya hal ini sangat lumrah dan wajar, makan bagi kita komunikasi secara lisan itu merupakan hal yang sangat biasa. 

Namun di beberapa wilayah lain di nusantara, kegiatan komunikasi melalui lisan ini sangat sulit untuk dilakukan. Mereka beberapa diantaranya menggunakan komunikasi verbal, hal ini terjadi karena merupakan warisan budaya nenek moyang. Tentunya komunikasi verbal ini tidak serta merta menyulitkan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun disisi lain ketika masyarakat yang terbiasa dengan menggunakan komunikasi lisan akan kesulitan berhadapan atau berkomunikasi dengan mereka yang menggunakan komunikasi secara verbal.

Tentunya kemajemukan yang ada di Indonesia seharusnya menjadikan bangsa ini bangsa yang kuat dan besar karena kemampuan masyarakat akan meningkat seiring saling mengenal nya kebudayaan dan perbedaan antar suku bangsa yang ada di Indonesia. 

Kemampuan ini harus terus dipelihara Karena tidak semua bangsa dapat melakukan hal yang sama. Masyarakat di Indonesia yang terbiasa menggunakan komunikasi lisan ketika berhadapan dengan beberapa kelompok atau individu yang menggunakan komunikasi verbal akan lebih memiliki keinginan untuk belajar komunikasi secara verbal begitu pula sebaliknya.

Di beberapa tempat dapat kita pelajari terutama di di wilayah wilayah pelosok yang masih terdapat suku suku anak dalam maupun suku suku adat yang tertutup dari komunikasi dunia luar. Bagi mereka komunikasi verbal merupakan satu-satunya cara untuk berkomunikasi antar individu dalam kelompok mereka. Mereka tidak perlu belajar untuk menggunakan komunikasi lisan karena menggunakan komunikasi verbal saja mereka sudah sangat mampu.

Tidak hanya di beberapa suku anak dalam, Monica sih verbal juga penting untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita menghadapi situasi yang tidak bisa menggunakan komunikasi secara lisan. Salah satu contoh yang paling mudah kita temui sehari-hari adalah, ketika kita dalam kondisi Ingin berkomunikasi namun pihak lain yang akan berkomunikasi dengan kita berada di dalam posisi yang agak jauh dari kita sehingga mereka tidak dapat mendengar suara kita maka salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah menggunakan komunikasi verbal. 
Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal juga dapat kita temui Ketika kita melihat para tentara nasional Indonesia melakukan latihan dalam kegiatan berupa pengintaian. Kegiatan pengintaian tidak dapat menggunakan komunikasi lisan, ini disebabkan karena kita sebagai tentara yang mengintai musuh tidak boleh menunjukkan Di mana posisi atau keberadaan kita kepada musuh kita.

Di sisi lain komunikasi lisan juga sangat banyak sekali keunikan yang kita dapati di masyarakat. Keunikan ini diantaranya adalah: perbedaan cara pengucapan maupun cara penyampaian dengan menggunakan istilah masing-masing di daerah atau lebih kita kenal dengan bahasa daerah masing-masing. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 1000 bahasa daerah. 

Bahasa daerah yang digunakan di tiap-tiap daerah sangat memiliki keragaman yang luar biasa banyaknya. Kita tidak akan kesulitan ketika menggunakan komunikasi lisan karena di Indonesia memiliki bahasa satu kesatuan yakni bahasa Indonesia. Bahasa-bahasa daerah yang banyak kita kenal seperti bahasa Batak, bahasa Minang dan, bahasa Jawa merupakan kekayaan nasional dan asli dari Indonesia. Tentunya hal ini harus kita jaga agar tidak punah atau pun diambil oleh bangsa lain.

Cara komunikasi di masyarakat terkadang kita temui di beberapa wilayah juga menggunakan kombinasi dari kedua-duanya. Salah satu contoh di daerah Papua di beberapa suku di sana menggunakan bahasa lisan dan bahasa verbal yang secara bersamaan. Hal ini menunjukkan keragaman yang sangat luar biasa di masyarakat sehingga perlu kita jaga dan kita rawat agar tidak punah. Pada akhirnya cara komunikasi yang akan kita gunakan hendaknya mempermudah kita dalam saling mengenal antara satu dan lainnya.

Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Sebuah Bangsa


Sang Bujana - Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang paling dasar bagi masyarakat dalam membangun bangsa. Karakter dalam sebuah bangsa mencerminkan bagaimana  masyarakat dalam bangsa itu melakukan interaksi dengan dunia luar.

Karakter dalam berbagai teori disebutkan bahwa karakter merupakan hal yang paling dominan Ketika seseorang atau bangsa ingin menciptakan hubungan dengan orang lain atau bangsa lain. 

Pentingnya Program Peningkatan Kemampuan Keluarga

Sebagai sebuah bangsa hendaknya kita memiliki karakter yang jelas agar kita mudah diterima oleh bangsa lain. Maka dari itu perlunya pendidikan karakter bagi masyarakat di mulai dari pendidikan paling dasar hingga pendidikan tinggi.

Masyarakat dengan memiliki karakter akan lebih mudah untuk melakukan sosialisasi baik antar kelompok maupun dalam konteks sebuah bangsa. Sebagai gambaran yang paling mudah bagi kita adalah ketika kita ingin mengenal seseorang kita tentunya membaca karakter orang tersebut. Pada saat kita membaca karakter seseorang kita akan menilai apakah orang ini layak untuk dijadikan sebagai mitra kerja atau tidak. 

Namun beberapa yang kita hadapi di masyarakat, banyak sekali masyarakat yang tidak mengerti akan pendidikan dan pentingnya sebuah karakter. Masyarakat cenderung untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak diharapkan, hal ini sangat berpengaruh sekali karena kita merupakan bagian dari sebuah bangsa. Masyarakat yang tidak mengerti tentang pentingnya karakter serta harus  memiliki karakter rata-rata cenderung takut untuk berhubungan dengan dunia luar.

Ketidakadaannya pendidikan karakter sehingga masyarakat itu sendiri tidak memiliki karakter yang diharapkan akan memperlambat komunikasi baik secara individu maupun sebagai kelompok terhadap orang lain dari luar yang yang ingin mengenal lebih jauh terhadap kelompok atau bangsa lainnya.

Di sisi lain ketidakadaan sebuah karakter dalam jiwa masing-masing individu membuat tidak adanya rasa saling toleransi, saling menghormati dan tentunya rasa saling berbagi. Masyarakat seperti itu cenderung lebih mudah untuk timbul perpecahan antar individu, kelompok maupun golongan.

Pendidikan karakter juga sangat penting bagi masyarakat terutama ibu-ibu, Di mana keberadaan seorang ibu ibu merupakan pendidikan paling pertama bagi anak-anak mereka. Ketika seorang ibu mendidik anak dengan pendidikan karakter yang baik, maka anak akan mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua orang tuanya terutama seorang ibu. Anak di masa awal pertumbuhannya sangat membutuhkan contoh yang baik baik dari segi perbuatan maupun ucapan karena anak sendiri lebih mudah untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya terutama kedua orang tua dan keluarganya. 

Mayoritas gagalnya sebuah bangsa dimulai dari pendidikan yang paling dasar yakni pendidikan dari seorang ibu, ibu sebagai elemen utama dari sebuah bangsa wajib menyampaikan pendidikan karakter kepada anak agar seorang anak yang tumbuh dewasa memiliki kepribadian dan karakter yang kuat dan dominan dengan diarahkan kepada karakter-karakter yang baik. 

Sayangnya hingga saat ini pemerintah sendiri belum menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas utama dalam dalam pembangunan sumber daya manusia. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki karakter yang baik, sehingga peran serta pemerintah dalam pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan anak usia tumbuh dan media keluarga sangat penting.

Oleh karena itu Sudah Selayaknya pemerintah menjadikan pendidikan karakter itu mata pelajaran wajib disekolah dan juga pendidikan karakter itu disampaikan kepada kepala keluarga agar terbentuk kepribadian dan karakter sebuah bangsa yang kuat.