Engkau Garam Siapa
Garamku tak lagi asin
Garamku tak se nikmat dulu
Garamku penuh limbah
Limbah yang lebih parah dari industrialisasi
Limbah yang lebih kotor dari pabrik asam
Limbah kemunafikan dan angkara
Wahai garamku, jangan engkau mengeluh
Mengeluh atas pengkhianatan tengkulakmu
Kecewa atas sindiran yang tak berkesudahan
Garamku, Engkau intan permata kami
Engkau penopang hidup kami
Maafkan kekhilafan kami yang mendustaimu
*Puisi bebas tentang jeritan hati petani garam @september 2017
EmoticonEmoticon
Note: Only a member of this blog may post a comment.